Selasa, 28 Maret 2017
Sejarah paskibraka Indonesia bye rejaefendi05
SEJARAH BENDERA PUSAKA DAN PASKIBRAKA
Pergolakan untuk mencapai kemerdekaan melalui proses
pengorbanan dan perjuangan yang sangat panjang.
Pertempuran, aksi teror, dan intimidasi yang dilakukan
penjajah Belanda semakin meningkat. Setelah Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945 bukan berarti perjuangan usai,
dan Belanda masih tetap ingin menguasai Indonesia sehingga
pertempuran dan perjuangan masih berlanjut. Pada 4 Januari
1946 situasi Jakarta sangat genting, Presiden dan Wakil
Presiden Republik Indonesia meninggalkan Jakarta menuju
Yogyakarta dengan menggunakan kereta api. Bendera Pusaka
turut dibawa dan dimasukkan dalam kopor pribadi Presiden
Soekarno. Selanjutnya, Ibukota Republik Indonesia
dipindahkan ke Yogyakarta.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Kemerdekaan
Republik Indonesia, Presiden Soekarno memanggil salah
seorang ajudan beliau, yaitu Mayor (L) Husein Mutahar.
Selanjutnya Presiden Soekarno memberikan tugas kepada
Mayor (L) Husein Mutahar untuk mempersiapkan upacara
kenegaraan peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik
Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1946 di halaman Istana
Presiden Gedung Agung Yogyakarta.
Mayor Husein Mutahar berpikir, bahwa untuk menumbuhkan
rasa persatuan bangsa, pengibaran Bendera Pusaka
sebaiknya dilakukan oleh para pemuda Indonesia. Kemudian
beliau menunjuk 5 orang pemuda yang terdiri atas 3 orang putri
dan 2 orang putra sebagai perwakilan daerah yang berada di
Yogyakarta untuk melaksanakan pengibaran Bendera Pusaka.
4 Pedoman Kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)
Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresi
yang ke-dua. Pada saat Istana Presiden Gedung Agung
Yogyakarta dikepung Belanda, Husein Mutahar dipanggil oleh
Presiden Soekarno dan ditugaskan untuk menyelamatkan
Bendera Pusaka. Penyelamatan Bendera Pusaka ini
merupakan salah satu bagian dari sejarah untuk menegakkan
berkibarnya Sang Merah Putih di persada bumi Indonesia.
Dalam upaya menyelamatkan Bendera Pusaka itu, Husein
Mutahar terpaksa memisahkan antara bagian merah dan
putihnya. Waktu penyelamatan Bendera Pusaka terjadi
percakapan antara Presiden Soekarno dan Husein Mutahar.
Percakapan tersebut dapat dilihat dalam buku “Bung Karno
Penyambung Lidah Rakyat”, tulisan Cindy Adams. Berikut
petikannya :
“Tindakanku yang terakhir adalah memanggil
Mutahar ke kamarku (Presiden Soekarno, pen.). “Apa
yang terjadi terhadap diriku, aku sendiri tidak tahu”,
kataku ringkas. “Dengan ini, aku memberikan tugas
kepadamu pribadi, untuk menjaga Bendera kita
dengan nyawamu, ini tidak boleh jatuh ke tangan
musuh. Di satu waktu, jika Tuhan mengizinkannya
engkau mengembalikannya kepadaku sendiri dan
tidak kepada siapa pun kecuali kepada orang yang
menggantikanku sekiranya umurku pendek. Andai
kata engkau gugur dalam menyelamatkan Bendera
Pusaka ini, percayakanlah tugasmu kepada orang
lain dan dia harus menyerahkannya ke tanganku
sendiri sebagaimana engkau mengerjakannya.”
Husein Mutahar terdiam. Dia memejamkan matanya dan
berdo’a. Di sekeliling kami bom berjatuhan. Tentara Belanda
terus mengalir melalui setiap jalanan kota. Tanggung jawabnya
sungguh berat. Akhirnya, Ia memecahkan kesulitan ini dengan
Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 0065 Tahun 2015 5
mencabut benang jahitan yang memisahkan kedua belahan
bendera itu dengan bantuan Ibu Pema Dinata. Bendera
Pusaka yang telah dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati berhasil
dipisahkan. Setelah bendera menjadi dua, masing-masing
bagiannya itu, Merah dan Putih, dimasukkan ke dasar dua
tas milik Husein Mutahar. Selanjutnya pada kedua tas tersebut
dimasukkan seluruh pakaian dan kelengkapan miliknya.
Bendera Pusaka dipisahkan menjadi dua karena ketika itu,
Husein Mutahar berpikir bila Bendera Pusaka dipisahkan, tidak
dapat disebut Bendera, karena hanya berupa dua carik kain
merah dan putih. Hal ini untuk menghindari penyitaan dari
pihak Belanda.
Setelah Presiden Soekarno dan wakil Presiden Muhammad
Hatta ditangkap dan diasingkan, Husein Mutahar dan
beberapa staf kepresidenan kemudian ditangkap dan diangkut
dengan pesawat Dakota. Ternyata mereka dibawa ke
Semarang dan ditahan di sel. Pada saat menjadi tahanan kota,
Husein Mutahar berhasil melarikan diri dengan kapal laut
menuju Jakarta. Di Jakarta, Beliau menginap di rumah Sutan
Syahrir. Selanjutnya, Beliau kos di jalan Pegangsaan Timur
nomor 43, di rumah Sukanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri pertama.
Selama di Jakarta, Husein Mutahar selalu mencari informasi
bagaimana caranya agar dapat segera menyerahkan Bendera
Pusaka kepada Presiden Soekarno.
Suatu pagi sekitar pertengahan Juni 1948, Husein Mutahar
menerima pemberitahuan dari Soedjono yang tinggal di Oranle
Boulevard (sekarang Jalan Diponegoro, Jakarta). Isi
pemberitahuan itu adalah bahwa ada surat pribadi dari
Presiden Soekarno yang ditujukan kepada Husein Mutahar.
Sore harinya, surat itu diambil oleh Beliau dan ternyata
memang benar berasal dari Presiden Soekarno pribadi yang
pokok isinya adalah perintah Presiden Soekarno kepada
6 Pedoman Kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)
Husein Mutahar supaya menyerahkan Bendera Pusaka yang
dibawanya agar Bendera Pusaka tersebut segera dapat
diserahkan kepada Presiden Soekarno di Muntok, Bangka.
Presiden Soekarno tidak memerintahkan Husein Mutahar
datang ke Bangka untuk menyerahkan sendiri Bendera
Pusaka itu langsung kepada Presiden Soekarno, tetapi melalui
Soedjono sebagai perantara. Tujuannya adalah untuk menjaga
kerahasiaan perjalanan Bendera Pusaka dari Jakarta ke
Bangka. Alasannya, orang-orang Republik Indonesia dari
Jakarta yang diperbolehkan mengunjungi tempat pengasingan
Presiden Soekarno pada waktu itu hanyalah warga-warga
delegasi Republik Indonesia, antara lain, Soedjono,
sedangkan Husein Mutahar bukan sebagai warga delegasi
Republik Indonesia.
Setelah mengetahui tanggal keberangkatan, Soedjono,
dengan meminjam mesin jahit milik seorang istri dokter,
Bendera Pusaka yang terpisah menjadi dua dijahit kembali
oleh Husein Mutahar persis di lubang bekas jahitan aslinya.
Akan tetapi, sekitar dua cm dari ujung Bendera ada sedikit
kesalahan jahit. Selanjutnya, Bendera Pusaka itu dibungkus
dengan kertas Koran dan diserahkan kepada Soedjono untuk
diserahkan kepada Bapak Presiden Soekarno. Hal ini sesuai
dengan perjanjian Presiden Soekarno dengan Husein Mutahar
seperti yang telah dijelaskan.
Dengan diserahkannya Bendera Pusaka, kepada orang sesuai
perintah Bung Karno, selesailah penyelamatan bendera
Pusaka oleh Husein Mutahar. Setelah selesai tugas tersebut,
Beliau tidak menangani masalah pengibaran Bendera Pusaka
lagi, namun sebagai penghargaan atas jasa penyelamatan
Bendera Pusaka, Pemerintah Republik Indonesia telah
menganugerahkan Bintang Maha Putera pada tahun 1961
yang diserahkan sendiri oleh Presiden Soekarno.
Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 0065 Tahun 2015 7
Pada tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil oleh Presiden
Soeharto untuk menangani lagi masalah pengibaran Bendera
Pusaka. Dengan ide dasar dan pelaksanaan tahun 1946 di
Yogyakarta, Beliau kemudian mengembangkan lagi formasi
pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu :
1. Kelompok 17 : PENGIRING/PEMANDU
2. Kelompok 8 : PEMBAWA/INTI
3. Kelompok 45 : PENGAWAL
Formasi tersebut merupakan simbolisasi/gambaran peristiwa
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus
1945 (17-8-45). Pada waktu itu, dengan situasi dan kondisi
yang ada, beliau melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta
dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan
tugas pengibaran Bendera Pusaka.
Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi
Kemerdekaan RI tahun 1968, Husein Mutahar dipanggil
menghadap Presiden Soeharto ke Istana. Karena bendera
pusaka kondisinya sudah cukup tua maka Presiden Soeharto
meminta pendapat Husein Mutahar, bagaimana caranya agar
tidak robek pada saat dikibarkan atau apakah sebaiknya harus
diganti. Husein Mutahar menyarankan sebaiknya bendera
pusaka tetap dikibarkan sekali lagi, (pada tahun itu) sebagai
simbol estafet kepemimpinan dari Presiden Soekarno kepada
Pesiden Suharto. Juga sebagai ungkapan penghargaan dan
terima kasih kepada para pejuang kemerdekaaan. Untuk
menjaga agar bendera pusaka tidak robek saat dikibarkan,
maka Husein Mutahar kemudian menambah tali kapas yang
dibungkus kain putih dan dijahit dipinggir dalam lebar bendera.
Tahun 1968, petugas Pengerek Bendera Pusaka adalah
sepasang remaja (pelajar) utusan setiap Provinsi di Indonesia.
Tetapi karena situasi dan kondisi belum memungkinkan, maka
8 Pedoman Kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)
tidak seluruh Provinsi dapat mengirimkan utusannya. Untuk
melengkapi jumlah anggota, maka ditambahkan dari anggota
pasukan yang pernah bertugas pada tahun 1967.
Upacara penyerahan Duplikat Bendera Pusaka Merah Putih
dan Reproduksi Naskah Proklamasi oleh Presiden Soeharto
kepada seluruh Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I di
Indonesia dan selanjutnya kedua benda tersebut juga di
bagikan ke Daerah Tingkat II berlangsung pada tanggal 5
Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta. Hal inilah yang
menjadi dasar bahwa Paskibraka hanya ada di 3 (tiga) tingkat
yaitu Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
Anggota Pasukan Pengibar Bendera pada tahun 1967 hingga
1972 adalah remaja SMA utusan dari 26 provinsi di Indonesia.
Setiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja yang dinamakan
Pasukan Pengerek Bendera Pusaka. Pada tahun 1973, Idik
Sulaeman melontarkan sebuah akronim untuk anggota
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, yakni “PASKIBRAKA”.
Adapun suku kata “pas” berasal dari kata Pasukan, paduan
ucapan “kibra”; berasal dari “pengibar bendera” dan suku
kata “ka” dari kata pusaka. Sejak itulah penyebutan Pasukan
Pengibar Bendera Pusaka dengan singkatan akronim,
PASKIBRAKA (PAS-KIB-RA-KA).
PASKIBRAKA memiliki sejarah panjang, sepanjang usia
Republik Indonesia. Dari sejarah tersebut dapat dilihat bahwa
kegiatan PASKIBRAKA tidak hanya sekedar menaikkan atau
menurunkan Bendera Merah Putih tetapi lebih dari itu kegiatan
PASKIBRAKA penuh dengan penanaman nilai-nilai
kebangsaan, cinta tanah air, dan rela berkorban untuk bangsa
dan negara. Kegiatan PASKIBRAKA merupakan rangkaian
dari matarantai aktivitas yang dimulai dari persiapan,
sosialisasi, rekrutmen dan seleksi, pemusatan latihan sampai
Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 0065 Tahun 2015 9
pelaksanaan pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka
serta pemberian penghargaan kepada anggota PASKIBRAKA
yang telah berhasil menunaikan tugasnya. Guna memudahkan
dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan
dengan PASKIBRAKA dipandang perlu untuk disusun sebuah
pedoman kegiatan PASKIBRAKA tahun 2015, yang ditetapkan
dengan Peraturan Menteri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bagus π
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusπππ
BalasHapusX ku 1
Bagus
BalasHapusXKU1
Bagus
BalasHapusXku1
Bagus
BalasHapus-X KU1
Bagus
BalasHapus-X KU1
Lumayan
BalasHapusXKU1
mayanlahhh
BalasHapus-xku1
Mayan ganπ
BalasHapusXKU1
great.
BalasHapusX KU 1
Kasian si Bagus dikomen terus
BalasHapusJadi gua B ajalah
XKU1
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusThanks infonya
BalasHapusXap2
Good
BalasHapusX AP 1
Nice ja
BalasHapusX ap 1
nice :)
BalasHapusXku1
Anak paskibra ga lu
BalasHapusXKU1
Anak paskibra banget za
BalasHapusXAP1
Keren ja
BalasHapusXap1
Alhamdulillah berfaedah (:
BalasHapusX KU 1
Bagus ja
BalasHapusXAp1
Menambah wawasan
BalasHapusXAP1
Bagussss ja keren makasih infonya
BalasHapusXAP1
Bagus ia
BalasHapusXAp1
bagus reja. πππ
BalasHapusBaguss
BalasHapusXKU1
Bagus
BalasHapusXKU1
Bagus
BalasHapusXKU1
Goodπ
BalasHapusX ku 1
BAGUS
BalasHapusX KU SATU
Bagus
BalasHapusX KU 1
Bagus nih nambah pengetahuan.
BalasHapusX.mk
Nambah ilmu
BalasHapusX pm
Nambah pengetahuan
BalasHapusX pm
Bagus
BalasHapusXap1
Thanks infonya
BalasHapusXAp3
Bagus, makasih infonya
BalasHapus10Ap2
GOOD
BalasHapusX AP1
baguss
BalasHapusXAP1
Bagusss
BalasHapusX AP 1
bagus
BalasHapusXku1
lumayan
BalasHapusX KU1
Makasih jadi nambah wawasan
BalasHapusXAp2
Kerennnlaahh
BalasHapusXap2
Thanks info
BalasHapusXap2
Good news za
BalasHapusX AP2
Good ja
BalasHapusXAp2
Bagusss
BalasHapusXKU1
Nice
BalasHapusWow kereenn
BalasHapusXAp2
Kerennnnnn
BalasHapusX ap 1
Bagus sekali
BalasHapusXap1
Makasih infonya
BalasHapusXap2
Good info
BalasHapusX AP 1
Nice
BalasHapusXpm
Bagus
BalasHapusX.ap1
Bagus
BalasHapus10 ku 1
Bagus banget
BalasHapusx ku 1
Baguss
BalasHapusX AP1
bagus ja
BalasHapusXPM
Nice post thanks
BalasHapusXap2
Kereennnnn
BalasHapusXap1
Keren
BalasHapusX Ap2
Good post
BalasHapusXap2
Makasih infonya
BalasHapusXap2
Nice post
BalasHapusXap2
Good
BalasHapusXap2
Nice post
BalasHapusXAp2
bagus
BalasHapusX KU 1
Keren coy
BalasHapusX KU1
bagus
BalasHapusX KU 1
Bagus j
BalasHapusX KU1
Keren...
BalasHapusX ap2
Nice Post jadi lebih tau tentang paskibra :)
BalasHapusX AP3
bagusss
BalasHapusX AP1
Bagus
BalasHapusX Ap 3
good ja
BalasHapusx ku 1
Bagus
BalasHapusX ku 1
Bagus banget keren lagi,mantap lah menambah wawasan
BalasHapusX KU 1
Bagus
BalasHapusXmk
Bagus
BalasHapusX MK
bagus
BalasHapusxmk
Bagus
BalasHapusXMK
Bagus
BalasHapusXap4
Good
BalasHapusX.MK
maco
BalasHapusXMP
Keren bangettt
BalasHapusX ap3